Punakawan 2009
Dunia pewayangan benar – benar tak dapat dipisahkan dari kehadiran tokoh – tokoh Punakawan ini. Walaupun saat ini Semar, Gareng, Bagong, dan Petruk dan seorang tokoh tambahan lagi Ndoro Nomo (versi TVRI) sudah hidup terpisah terpencar di penjuru Nusantara dan bahkan Ndoro Nomo dikabarkan tengah menuntut ilmu di sebuah negeri sahabat di Timur Tengah sana.
Namun untunglah kemajuan teknologi rupanya juga telah menyapa mereka, sehingga walaupun terpisah jauh mereka tetaplah bisa berkomunikasi melalui media online, baik berupa percakapan telepon (namun ini sangat jarang, pulsa mahal) maupun melalui media chatting YM dan juga blog. Bahkan mereka sejak setahun belakangan ini sudah bergabung dalam paguyuban blogger gurem wayang untuk mengintensifkan komunikasi dan koordinasi di antara mereka.
Di paguyuban blogger wayang ini selain Punakawan, juga tercatat beberapa tokoh pewayangan lain yang telah mendaftar sebagai anggota dan turut aktif meramaikan ajang diskusi, dapat disebutkan yang menonjol adalah kehadiran Dewi Sita yang belakangan ini juga turut meramaikan sebuah kontes SEO dengan topik pemilu damai 2009. Kemudian ada juga Jatayu yang sangat setia menjaga Dewi Sita, walaupun akibat dari kesetiaannya ini Jatayu harus menanggung resiko rumah kediamannya diporak – porandakan oleh segerombolan hacker hingga akhirnya Jatayu mau tak mau harus menyatakan; Cyber War Was Begin.
Sayangnya belakangan ini entah mengapa Petruk putra Semar mengeluh berkepanjangan kepada Bagong dalam sebuah sesi YM yang mengharukan, Petruk merasa telah tak dihiraukan lagi oleh sang ayah tanpa sebab – sebab yang jelas. Bahkan dalam percakapan terakhirnya kemarin, Petruk berulangkali menyebut – nyebut kata kematian dan menyatakan akibat tak ditegurnya ini menyebabkan ia kehilangan semangat hidupnya.
Seperti biasa Bagong dan Ndoro Nomo sebagai sahabat memberikan semangat dan mencoba menjelaskan alasan – alasan yang tak masuk akal, bagaimana Semar yang akhir – akhir ini disibukkan dengan urusan padepokannya dan bahkan saat ini tengah menjalani penataran di Kota Jamu.
Masalah yang dialami Petruk ini hendaklah tidak saja menjadi beban bagi Bagong dan Ndoro Nomo saja, mereka berdua ini kewalahan membujuk Bagong yang sampai hari ini menghilang tak dapat dihubungi melalui YM dan emailnya. Bagong dan Ndoro Nomo mengharapkan bantuan dari para tokoh pewayangan lain yang hingga saat ini belum mendaftarkan dirinya ke paguyuban blogger gurem wayang. Ayo kehadiran kalian sangat dinantikan, keadaan sedang genting – gentingnya ini.
posting lain yang juga menarik
sim salabim …
sim salabim …














Aku kok belum masuk mas, ke dalam punokawan ala mas Deden ya
deden m. ihsan Reply:
February 17th, 2009 at 9:27 am
Sudah masuk to Cah, itu yang Gareng kan sampeyan.
Petruk disamping sedang ‘ngambek’ sama romo juga sedang bertapa di muara sungai mahakam, dengan tujuan dapat flashback sehingga nantinya dapat menyusun langkah2 berikutnya dalam Pertempuraan melawan Hanoman (lho??)
btw, kamu pandai sekali merangkai fakta menjadi cerita unik dan menggelitik. two thumbs up for deden…
deden m. ihsan Reply:
February 18th, 2009 at 10:26 am
Lha kok gak ngajak ngajak kungkumnya Truk, paling nggak kan aku bisa bantu – bantu nemeni atau ngantari rokok dan sembako. btw kungkum di Sungai Makaham nya di sebelah mana? Yang deket Cafe Terapung itu yak?
hehe..matur thanks you, produktif anget ya postingnya
Weleh-weleh…
Kreatif juga tuh ceritanya, boleh tuh di filmkan
ntar kita bikin film kartunnya seperti film kungfu panda judule gurem warrior wakakaka
Gus Yehia’s last blog post..Pemilu Damai Indonesia & Pemilu berdarah di Israel
deden m. ihsan Reply:
February 21st, 2009 at 9:18 am
Nah project gede itu sob, anggarannya aja mungkin sekitar 2x apbd kaltim.
Kreatif juga tuh ceritanya, boleh tuh di filmkan