Archive

Posts Tagged ‘Gurem’

Wall to Wall with Yehia Ahmad

March 17th, 2009

Malem ini entah mengapa seperti ada yang menuntunku untuk tiba – tiba menghampiri komputerku yang berdebu dan kemudian otomatis jariku nyeklik tombol power modem ADSL2+ Router ACN-110R *yang koneksinya cuman lebih cepat dikit dari dial up*

Dan keajaiban terjadi, sudah setengahan bulan gak online di rumah akibat koneksi yang ndak pernah stabil, sudah lebih satu jam ini bisa online tanpa putus – putus.  Wuah langsung saja tancap gas menuju Facebook untuk ngintip kawan – kawan di sana. *ceritanya mau ngagetin*

Begitu buka beranda, perhatian langsung tersedot pada status seorang sahabat FBG yaitu Yehia Ahmad atau yang juga dikenal sebagai Gus Yehia *manusia dengan seribu YM* dia tulis begini;

Yehia Ahmad Kuingin Cerita kepadamu tentang si P dan si K juga si S.. maukah kau mendengarnya?

kemudian dengan lancarnya beliau melanjutkan ceritanya.

begini… Si P.. Maaf aku tidak bisa menyebutkan nama lengkapnya, sifatnya sangat Tawadhu, rendah hati, yang terpancar di wajahnya adalah gurat garis keikhlasan di raut wajahnya. Kumengenalnya di sebuah mushola kecil di sebuah lembaga pelayanan masyarakat, Dia sedang memegang Al-qur’an saku dan sedang khusu’ menelaahnya di pojok mushola itu…

si K.. lain lagi.. dengan Dasi yang terpasang rapi, tersirat wajah terpelajarnya dengan jelas di wajahnya. ya memang dia berhasil menggondol gelar Ph.D nya dalam usia yang tergolong masih muda, kecintaannya pada dunia ilmu, membawanya pada berderet ijasah yang dia simpan rapi disalah satu rak buku di kamar bacanya. Namun itu semua tidak membuatnya berbangga diri, tidak pula ia gunakan untuk membodohi orang, tapi ia abdikan ilmu-ilmunya untuk kemashlatan umat, Meski menggondol gelar dari perguruan tinggi di sebuah negara eropa tidak membuatnya lupa akan kata-kata "umat, Kemashlatan, nasihat, sabar, jihad" tapi terminologi2 itu justru sangat kental dalam bahasa-bahasa dia sehari-hari…

Setelah menceritakan tentang si K, kemudian Gus Yehia terdiam lama … aku ndak tahu apa yang terjadi.  Namun membayangkan mungkin Gus telah jatuh tertidur akibat terlalu lama berpikir tentang si P dan si K.  Aku menunggu dan menunggu namun tetap saja tak ada lanjutan kisah yang terputus ini.

Setelah menunggu sekitar 15 menitan aku coba kemudian menekan tombol F5 dan ternyata Gus telah menuntaskan kisahnya dengan penutup tentang si S yang dia tulis begini;

hmmm… Sebenarnya kalo si S tidak suka dan tidak punya keinginan dikenal dikalangan orang, bagi S keridhoan Allah adalah diatas segala-galanya dan ianya senantiasa mencukupkan segala aktifitasnya hanya demi menggapai keridhoan Tuhannya. Tuhan yang senantiasa ia jadikan tempat mengadu di tengah-tengah keheningan malam.
S dengan beberapa kambing yang ia pelihara, dengan bersahajanya menempati sebuah rumah kayu di pinggir desa di sebuah tepian gunung. Kelima Anaknya meski tidak bersekolah di sekolah yang mahal-mahal tapi terlihat mereka tumbuh dan berkembang dan terhiasi dengan budi pekerti dan ahlak yang sangat luhur. Istrinya seorang sarjana matematika, dari sebuah universitas terkenal di negeri ini, mengisi hari-harinya bersama warga disekitar desanya mengelola berbagai kegiatan positif di desanya. … 

Itulah sekilas tentang si P dan K serta si S.. mau lebih detailnya nggak?

Ayo bagi yang penasaran mau tau lebih detail tentang si P, si K, dan si S … ayo kita ngumpul di blognya Gus untuk meminta pertanggungjawaban beliau, sebab pesan terakhir dari Gus adalah sbb;

Iklan Layanan mayarakat dulu jreeeeng .. "JANGAN GOLPUT KALAU NGGAK MAU NEGERI INI SEMAPUT"….

deden Gurem , , ,