Archive

Posts Tagged ‘gus yehia’

Lucu ya …

May 12th, 2009

Seminggu yang lalu di inbox fesbuk saya masuk sebuah pesan singkat dari seorang sahabat, Putri Chairina, yang isinya sungguh memikat dan membuat merah muka saya.  Sebuah pesan berisi renungan perilaku keseharian kita yang kadang disepelekan.

Mudah – mudahan pesan ini bisa menjadi bahan renungan dan pengingat buat saya dan tentunya para sohib Front Blogger Gurem seperti Gus Yehia, Kang Endar, Cah Sholeh, Pak Marsudiyanto si Tukang Nggame, Gaia, dan khususon Khairuddin Syah yang ngakunya lagi males tapi malah sertik-nya kumat, ngoprek template.

marilah kita baca bersama – sama;

Lucu ya,
uang Rp 50,000an kelihatan begitu besar bila dibawa
ke kotak amal mesjid, tapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket
Lucu ya,
45 menit terasa terlalu lama untuk berzikir, tapi
betapa pendeknya waktu itu untuk sebuah sinetron atau infotainment

Lucu ya,
betapa lamanya 2 jam berada di Masjid, tapi betapa
cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran film di bioskop

Lucu ya,
susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa
atau sholat,tapi betapa mudahnya cari bahan obrolan
(gossip) bila ketemu teman

Lucu ya,
betapa serunya perpanjangan waktu dipertandingan
sepak bola favorit kita, tapi betapa bosannya bila
imam sholat Tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya.

Lucu ya,
susah banget baca Al-Quran 1 juz saja, tapi novel
best-seller lebih dari 100 halaman pun habis dilalap

Lucu ya,
orang-orang pada berebut paling depan untuk nonton
konser musik favorit tapi berebut cari shaf paling belakang bila
sholat Jum’at agar bisa cepat keluar

Lucu ya,
kita perlu undangan pengajian 3-4 minggu sebelumnya
agar bisa disiapkan di agenda kita, tapi untuk acara
lain jadwal kita gampang diubah seketika

Lucu ya,
susahnya orang mengajak partisipasi untuk dakwah,
tapi mudahnya orang berpartisipasi menyebar gossip

Lucu ya,
kita begitu percaya pada yang dikatakan koran, tapi
kita sering mempertanyakan apa yang dikatakan Al-Quran

Lucu ya,
kita bisa ngirim ribuan jokes lewat email, tapi bila
ngirim yang berkaitan dengan ibadah sering mesti berpikir dua-kali

Lucu ya,
semua orang penginnya masuk surga tanpa harus
beriman, berpikir, berbicara ataupun melakukan apa-apa
tapi….

deden Gurem, Renungan , , , , ,

Wall to Wall with Yehia Ahmad

March 17th, 2009

Malem ini entah mengapa seperti ada yang menuntunku untuk tiba – tiba menghampiri komputerku yang berdebu dan kemudian otomatis jariku nyeklik tombol power modem ADSL2+ Router ACN-110R *yang koneksinya cuman lebih cepat dikit dari dial up*

Dan keajaiban terjadi, sudah setengahan bulan gak online di rumah akibat koneksi yang ndak pernah stabil, sudah lebih satu jam ini bisa online tanpa putus – putus.  Wuah langsung saja tancap gas menuju Facebook untuk ngintip kawan – kawan di sana. *ceritanya mau ngagetin*

Begitu buka beranda, perhatian langsung tersedot pada status seorang sahabat FBG yaitu Yehia Ahmad atau yang juga dikenal sebagai Gus Yehia *manusia dengan seribu YM* dia tulis begini;

Yehia Ahmad Kuingin Cerita kepadamu tentang si P dan si K juga si S.. maukah kau mendengarnya?

kemudian dengan lancarnya beliau melanjutkan ceritanya.

begini… Si P.. Maaf aku tidak bisa menyebutkan nama lengkapnya, sifatnya sangat Tawadhu, rendah hati, yang terpancar di wajahnya adalah gurat garis keikhlasan di raut wajahnya. Kumengenalnya di sebuah mushola kecil di sebuah lembaga pelayanan masyarakat, Dia sedang memegang Al-qur’an saku dan sedang khusu’ menelaahnya di pojok mushola itu…

si K.. lain lagi.. dengan Dasi yang terpasang rapi, tersirat wajah terpelajarnya dengan jelas di wajahnya. ya memang dia berhasil menggondol gelar Ph.D nya dalam usia yang tergolong masih muda, kecintaannya pada dunia ilmu, membawanya pada berderet ijasah yang dia simpan rapi disalah satu rak buku di kamar bacanya. Namun itu semua tidak membuatnya berbangga diri, tidak pula ia gunakan untuk membodohi orang, tapi ia abdikan ilmu-ilmunya untuk kemashlatan umat, Meski menggondol gelar dari perguruan tinggi di sebuah negara eropa tidak membuatnya lupa akan kata-kata "umat, Kemashlatan, nasihat, sabar, jihad" tapi terminologi2 itu justru sangat kental dalam bahasa-bahasa dia sehari-hari…

Setelah menceritakan tentang si K, kemudian Gus Yehia terdiam lama … aku ndak tahu apa yang terjadi.  Namun membayangkan mungkin Gus telah jatuh tertidur akibat terlalu lama berpikir tentang si P dan si K.  Aku menunggu dan menunggu namun tetap saja tak ada lanjutan kisah yang terputus ini.

Setelah menunggu sekitar 15 menitan aku coba kemudian menekan tombol F5 dan ternyata Gus telah menuntaskan kisahnya dengan penutup tentang si S yang dia tulis begini;

hmmm… Sebenarnya kalo si S tidak suka dan tidak punya keinginan dikenal dikalangan orang, bagi S keridhoan Allah adalah diatas segala-galanya dan ianya senantiasa mencukupkan segala aktifitasnya hanya demi menggapai keridhoan Tuhannya. Tuhan yang senantiasa ia jadikan tempat mengadu di tengah-tengah keheningan malam.
S dengan beberapa kambing yang ia pelihara, dengan bersahajanya menempati sebuah rumah kayu di pinggir desa di sebuah tepian gunung. Kelima Anaknya meski tidak bersekolah di sekolah yang mahal-mahal tapi terlihat mereka tumbuh dan berkembang dan terhiasi dengan budi pekerti dan ahlak yang sangat luhur. Istrinya seorang sarjana matematika, dari sebuah universitas terkenal di negeri ini, mengisi hari-harinya bersama warga disekitar desanya mengelola berbagai kegiatan positif di desanya. … 

Itulah sekilas tentang si P dan K serta si S.. mau lebih detailnya nggak?

Ayo bagi yang penasaran mau tau lebih detail tentang si P, si K, dan si S … ayo kita ngumpul di blognya Gus untuk meminta pertanggungjawaban beliau, sebab pesan terakhir dari Gus adalah sbb;

Iklan Layanan mayarakat dulu jreeeeng .. "JANGAN GOLPUT KALAU NGGAK MAU NEGERI INI SEMAPUT"….

deden Gurem , , ,

Blog baru powered by Yehia.org

February 8th, 2009

Assalamu’alaikum sahabat blogger semua,

Selamat datang di rumah baru saya ini yang masih seadanya ini.  Rumah baru ini adalah hadiyyah yang diberikan oleh Gus Yehia, seorang blogger yang kukuh berjuang bagi Palestine lewat posting – posting beliau.  Selain kepada saya, pada saat yang bersamaan hadiyyah ini juga diberikan kepada Pak Ahmad Sholeh (Ekspresi Hati), selamat ya Pak Sholeh.  Semoga saja rumah baru kami berdua ini dapat menambah semangad dalam menulis.

Hadiyyah yang diberikan oleh Gus Yehia ini adalah berupa domain dan hosting dengan unlimited bandwidth, sungguh … makanya kalau nanti Gus mengadakan sayembara lagi kalian harus ikutan, karena hadiahnya bukan sembarangan.  Saya memilih domain yehia.org, walaupun oleh Gus ditawarkan domain bebas apa saja, mau dot.com juga akan diusahakan, dan untuk platform blog saya memilih Wordpress.  Saya lihat Pak Ahmad Sholeh memilih domain ekspresihati.info dan platform blognya juga Wordpress.

Walaupun sebetulnya Wordpress adalah sebuah platform blogging yang sangat powerfull dan memiliki banyak sekali themes dan plugins yang hebat, namun itu semua belum terlihat di blog ini, maklum Wordpress adalah sebuah dunia baru bagi saya yang selama ini ngeblog di Blogspot.  Gakpapa, pelan – pelan belajar, paling tidak proses belajar membuat otak saya terus berputar.  Alhamdulillah, ternyata Gus juga adalah guru yang sabar, karena sebelum posting ini saya buat, sudah dua kali kejadian blog ini gagal akses karena saya otak-atik sok tau dan dengan tangkas langsung diperbaiki oleh Gus dalam sekejab.

Hari ini tepat sudah delapan hari sejak hadiyyah ini diberikan dan kemaren Khai sudah memperingatkan begini;

Nah..yang ini kok dianggurin den?
Kemon sob… keep spirit…

bukan dianggurin Khai, aku masih otak-atik theme dan pluginsnya … dan gagal, kapan-kapan kalau ada waktu bantu aku ya Khai.  Selain itu juga masih pikir2 apakah blog bingung sekalian ditutup saja atau diterusin bareng blog ini.

Akhirul kalam, Wassalamu’alaikum.

ps. sekalian mau mendukung Ultraman Gaia yang sedang terSEOk-SEOk (entah nyontek istilah siapa ini) bertahan di posisi puncak dalam kontes SEO Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009.  Ayo kawan kita dukung rame – rame …

deden Gurem , , , , ,