Samarinda Surga Tambang Batubara
Kota Samarinda benar – benar sudah menjadi surga bagi perusahaan tambang batubara, sepertinya hanya Sungai Mahakam dan Sungai Karang Mumus saja yang luput dari incaran para ahli pertambangan ini.
Samarinda sebagai sebuah kota sungguh menikmati kebebasan dalam otonomi mengatur tata ruang kota. Tanpa perlu repot – repot berurusan dengan aturan pinjam pakai atau alih fungsi dengan Departemen Kehutanan di Jakarta sana, pemerintah kota dengan bebas dapat saja meloloskan ijin untuk kegiatan penambangan batubara. Yang penting ada rekomendasi studi kelayakan yang disyahkan oleh Kadistam Kota, maka dengan terpaksa Pak Walikota ‘meneken’ SK ijin penambangannya.
Dan yang lebih menyenangkan lagi bagi para investor perusahaan tambang, mereka dapat dengan leluasa menggunakan jalan kota sebagai jalan angkut batubara, yang kalau istilah kerennya ‘jalan hauling’. Tentunya penggunaan jalan ini dapat diatur dengan berkoordinasi dengan dinas – dinas terkait, ya semacam bagi – bagi rejeki tugas dan tanggung-jawab lah.
Saya sungguh kagum dengan tingkat kesabaran warga yang jalan dilingkungannya rusak parah dilalui oleh dump truck roda 10 yang bebas berseliweran ini, siang – malam 2 shift, kecuali gempa bumi atau hujan api; baru mereka akan berenti. Jalan menjadi berlubang – lubang, becek di saat hujan dan berdebu di saat panas. Sungguh mereka yang sabar ini adalah warga kota yang patut diberi acungan 4 jempol.
Adapun anggota dewan kota bahkan kepala dinas pertambangan kota Samarinda hanya bisa pura – pura mengancam akan menutup perusahaan tambang yang menggunakan jalan kota sebagai jalan hauling. Tapi apa daya ternyata suara anggota dewan dan kadistam bagaikan air yang menguap di terik matahari. Bayangkan, jikalau suara Anggota Dewan yang terhormat dan Kadis Pertambangan saja tidak mereka indahkan, apalagi suara rakyat kecil seperti saya ini. haks
Lalu kemana para pendekar LSM dan para Ahli Lingkungan …. ooh tenang saudara – saudara, khabarnya mereka telah mempunyai konsep yang jelas tentang penataan ulang perusahaan tambang batu bara ini. Kapan? ooh ternyata nanti bukan sekarang, nanti kalau mereka terpilih menjadi anggota DPRD Kota Samarinda. ooh jadi caleg juga toh?
Tanggapan atas berita sandiwara radio; Saat Kadistamben Tersudut.














Recent Comments